Example floating
Example floating
BeritaPeristiwa

SDN Batu Putih Amblas: Bukti Telanjang Ketimpangan Pendidikan di Kepulauan Sumenep

100
×

SDN Batu Putih Amblas: Bukti Telanjang Ketimpangan Pendidikan di Kepulauan Sumenep

Sebarkan artikel ini
SDN Batu Putih Amblas: Bukti Telanjang Ketimpangan Pendidikan di Kepulauan Sumenep
Dok. Kondisi bangunan di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Batu Putih, Kecamatan Kangayan, yang amblas. // SuaraFaktual.id

SUMENEP || SF – Potret memilukan dunia pendidikan kembali terjadi di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep, Jawa Timur.

Sekolah Dasar Negeri (SDN) Batu Putih, Kecamatan Kangayan, amblas pada Jumat pagi (14/11/25), menyisakan puing dan kesedihan mendalam bagi para guru serta warga.

Setengah bulan sebelumnya, bangunan sekolah itu sudah mengalami kerusakan serius setelah sebagian atapnya ambruk pada 21 Oktober 2025.

Meski kondisi sudah mengkhawatirkan, guru-guru masih berusaha mempertahankan aktivitas belajar mengajar dengan memanfaatkan ruang yang tersisa.

Namun kini, seluruh bangunan tak lagi dapat digunakan.

“Pertama kali atapnya yang ambruk pada tanggal 21 Oktober kemarin, tapi sekarang sudah amblas semuanya,” ujar inisial W, warga Desa Batu Putih, kepada SuaraFaktual.id.

SDN Batu Putih selama ini menjadi satu-satunya tumpuan pendidikan dasar bagi puluhan anak di desa tersebut.

Namun bangunan yang rapuh dan dibiarkan tanpa penanganan cepat itu kini hanya menyisakan dinding-dinding retak, lantai yang jatuh tak beraturan, dan ruang kelas yang berubah menjadi tumpukan reruntuhan.

“Amblasnya sekolah itu bukan sekadar kerusakan fisik. Ini runtuhnya harapan, runtuhnya ruang impian anak-anak yang berjuang mendapatkan pendidikan di tengah segala keterbatasan,” ungkap W.

Para guru juga disebut tak mampu menahan kesedihan melihat ruang yang setiap hari mereka tempati berubah menjadi puing tak berbentuk.

Bangku-bangku yang sebelumnya menjadi tempat anak-anak belajar kini tergeletak hancur.

Cerita tawa, mimpi, dan semangat belajar seperti ikut terkubur bersama bangunan yang runtuh.

Warga sekitar selama ini berinisiatif menjaga dan memperbaiki kerusakan kecil di sekolah tersebut secara gotong royong.

Namun ketika retakan kecil berkembang menjadi ambruk, dan kemudian amblas total, mereka tidak bisa berbuat banyak selain berharap perhatian serius dari pemerintah, khususnya Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep.

Amblasnya SDN Batu Putih bukan hanya menunjukkan lemahnya struktur bangunan, tetapi juga memperlihatkan betapa rentannya perhatian terhadap sekolah-sekolah di wilayah kepulauan.

Di saat sebagian sekolah di daratan menikmati fasilitas modern, anak-anak Batu Putih bahkan harus mempertaruhkan keselamatan untuk belajar.

Kini proses belajar mengajar terpaksa dihentikan total. Guru dan warga mendesak pemerintah kabupaten dan provinsi segera turun tangan melakukan perbaikan darurat serta pembangunan ulang.

“Bagi kami, sekolah bukan sekadar bangunan itu adalah harapan, masa depan, dan satu-satunya jalan bagi anak-anak di Batu Putih untuk keluar dari keterbatasan,” ujar seorang guru yang enggan disebutkan namanya dengan nada getir. (Asmuni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *