Example floating
Example floating
BeritaPeristiwa

Ayah Sekap Tiga Anak, Ancam Bakar Rumah saat Istri Minta Cerai

39
×

Ayah Sekap Tiga Anak, Ancam Bakar Rumah saat Istri Minta Cerai

Sebarkan artikel ini
Ayah Sekap Tiga Anak, Ancam Bakar Rumah saat Istri Minta Cerai
Dok. Polisi bersama tim Damkar turun tangan melakukan evakuasi. //SuaraFaktual.id

BANDUNG || SF – Konflik rumah tangga di Kelurahan Sukawarna, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung, pecah menjadi aksi nekat.

Seorang pria diduga menyekap tiga anak kandungnya sendiri dan mengancam membakar rumah kontrakan usai sang istri meminta cerai.

Peristiwa yang membuat geger warga itu terjadi di sebuah rumah kontrakan di Jalan Lemah Neundeut Nomor 2.

Polisi bersama tim Damkar turun tangan melakukan evakuasi setelah menerima laporan adanya penyekapan dan ancaman dari pelaku.

Warga sekitar menyebut, keretakan rumah tangga pasangan tersebut sudah lama terdengar.

Cekcok nyaris terjadi setiap hari hingga membuat lingkungan sekitar merasa tidak nyaman.

“Kalau mereka berkelahi, tetangga jadi enggak nyaman. Kemarin itu sepertinya puncaknya karena istrinya sudah enggak tahan,” ujar Dadang, warga sekitar, Rabu (13/5/26).

Menurut dia, pelaku diketahui menjalankan usaha bengkel mobil.

Namun usaha itu disebut bangkrut dalam enam bulan terakhir. Kondisi ekonomi yang memburuk diduga memperparah konflik rumah tangga hingga berujung pelampiasan kepada anak-anak.

“Bengkelnya sering tutup, banyak pelanggan komplain. Mungkin depresi dan dilampiaskan ke anak-anaknya,” katanya.

Warga juga sempat panik setelah pelaku disebut menyiram bensin di sekitar rumah. Meski demikian, belum dipastikan ada upaya nyata untuk membakar rumah tersebut.

“Setahu saya cuma menyiram bensin. Mungkin cuma gertakan supaya istrinya enggak jadi cerai,” imbuh Dadang.

Kasat Reskrim Polrestabes Bandung,AKBP Anton, mengatakan, pihak kepolisian bergerak setelah menerima laporan dari ibu korban yang mengaku anak-anaknya disekap.

“Anggota langsung mendatangi TKP dan meminta bantuan Polrestabes Bandung untuk evakuasi,” ujarnya.

Hingga kini polisi masih mendalami motif dan kronologi lengkap kejadian. Dugaan sementara mengarah pada persoalan keluarga dan tekanan ekonomi.

Meski belum ada laporan polisi resmi dari pihak keluarga, penyelidikan tetap dilakukan dengan memeriksa saksi-saksi dan mengumpulkan alat bukti.

Kasus ini kembali menjadi pengingat bahwa anak sering menjadi korban paling rentan dalam konflik rumah tangga orang tua. (Asmuni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *