Example floating
Example floating
BeritaPeristiwa

Mobil Rental Diduga Digelapkan, Pelaku Disebut Disembunyikan Oknum Pejabat Jakut

71
×

Mobil Rental Diduga Digelapkan, Pelaku Disebut Disembunyikan Oknum Pejabat Jakut

Sebarkan artikel ini
Mobil Rental Diduga Digelapkan, Pelaku Disebut Disembunyikan Oknum Pejabat Jakut
Dok. Pelaku yang diduga menggelapkan mobil rental. //SuaraFaktual.id

JAKARTA || SF – Kasus dugaan penggelapan mobil rental kembali mencuat. Seorang pemilik mobil mengaku menjadi korban setelah kendaraannya disewa, lalu diduga dijual dan hingga kini tak diketahui rimbanya.

Berdasarkan keterangan korban, mobil tersebut awalnya disewa oleh adik dari terduga pelaku. Namun di tengah masa sewa, korban mendapati GPS kendaraan dicopot.

Tak lama berselang, mobil tersebut disebut telah dijual kepada pihak lain hingga hilang jejak.

“Pelaku sempat kabur. Setelah berhasil kami lacak, kami menuntut ganti rugi seharga mobil,” ujar korban kepada SuaraFaktual.id, Jumat (19/12/25).

Karena mengaku tak memiliki uang, pelaku disebut berjanji akan meminjam dana kepada kakaknya.

Mobil Rental Diduga Digelapkan, Pelaku Disebut Disembunyikan Oknum Pejabat Jakut
FOTO: Kakak Pelaku yang diduga kuat menyembunyikan pelaku penggelapan mobil rental. //SuaraFaktual.id

Korban pun mengaku ikut mendampingi ke kantor sang kakak guna menghindari upaya kabur sekaligus menjelaskan kronologi kejadian.

Namun situasi justru berbalik. Setibanya di lokasi, korban mengaku diusir, sementara pelaku langsung ditarik masuk ke dalam ruangan oleh kakaknya.

“Sejak saat itu sampai sekarang, pelaku tidak pernah keluar dan diduga disembunyikan,” kata korban.

Korban menyebut kakak pelaku bernama Ardan Solihin, yang berdasarkan data kepegawaian tercatat sebagai Kepala Bagian Pembangunan dan Lingkungan Hidup di lingkungan Pemerintah Kota Administrasi, Jakarta Utara, dengan golongan IV/A.

Sementara itu, korban mengaku telah melaporkan kasus tersebut ke Polres Jakarta Selatan sejak awal Desember 2025. Namun hingga kini, ia mengklaim belum menerima panggilan pemeriksaan lanjutan.

“Saya sudah bilang sejak awal kalau pelaku ada di rumah kakaknya. Tapi malah saya dibilang jangan bawa pelaku ke sana karena bisa kena pasal pemaksaan,” ujar korban.

Ia menyatakan kekecewaannya terhadap lambannya proses penanganan laporan tersebut dan memilih menempuh jalur media sosial agar kasus tersebut mendapat perhatian publik.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Polres Jakarta Selatan terkait perkembangan laporan dimaksud.

Upaya konfirmasi kepada Ardan Solihin, juga belum membuahkan hasil.

SuaraFaktual.id, masih berupaya mendapatkan penjelasan dari pihak-pihak terkait guna keberimbangan informasi. (Asmuni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2

2