Example floating
Example floating
BeritaPeristiwa

Kesaksian Sepupu Bongkar Detik-Detik Tragis Tenggelamnya Dimas di Tambak Ikan

76
×

Kesaksian Sepupu Bongkar Detik-Detik Tragis Tenggelamnya Dimas di Tambak Ikan

Sebarkan artikel ini
Kesaksian Sepupu Bongkar Detik-Detik Tragis Tenggelamnya Dimas di Tambak Ikan
Dok. Dimas Alvian Rhamadhan (11), yang meregang nyawa di tambak ikan. //SuaraFaktual.id

SAMPANG || SF – Tragedi mengenaskan menimpa seorang bocah laki-laki berusia 11 tahun, Dimas Alvian Rhamadhan, yang meregang nyawa.

Dimas tenggelam di sebuah tambak ikan nila tak jauh dari permukiman warga di Dusun Demongan, Desa Aeng Sareh, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Sabtu (29/11/2025).

Peristiwa itu terjadi saat korban memancing bersama sepupunya, bernama Amir (10).

Suasana yang awalnya santai berubah mencekam ketika sandal milik Dimas terjatuh dan hanyut terbawa arus tambak.

Amir mengaku telah memperingatkan sepupunya agar tidak mengejar sandal tersebut karena khawatir akan kedalaman tambak.

“Saya bilang jangan ambil, soalnya dalam dan bahaya. Tapi dia tetap mau ambil sandalnya,” ungkap Amir kepada petugas di lokasi kejadian.

Namun peringatan itu tak digubris. Dimas nekat turun ke area tambak untuk meraih sandalnya.

Nahas, ia terpeleset dan terjerembab ke perairan tambak yang memiliki kedalaman sekitar tiga meter.

Dalam sekejap, tubuhnya hilang dari permukaan air.

Panicked, Amir berteriak meminta bantuan warga sekitar. Proses pencarian berlangsung cepat.

Warga bersama kakek korban, Safik, langsung turun ke tambak untuk menelusuri titik hilangnya Dimas.

Tidak lama berselang, korban berhasil ditemukan dalam kondisi kritis dan segera dievakuasi menggunakan mobil patroli Polsek Sampang menuju RSUD dr. Mohammad Zyn.

Sesampainya di rumah sakit, tim medis melakukan penanganan intensif. Namun upaya penyelamatan tak membuahkan hasil.

Sekitar pukul 12.00 WIB, dokter menyatakan Dimas telah meninggal dunia.

Jenazah kemudian dipulangkan ke rumah duka menggunakan ambulans.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Muhammad Hozin, membenarkan insiden tersebut.

Ia menyebut laporan pertama diterima pada pukul 11.45 WIB.

“Cuaca berawan, kondisi tambak cukup dalam. Tim BPBD bersama TNI, Polri, dan warga langsung melakukan koordinasi cepat. Evakuasi berjalan lancar tanpa kendala berarti,” ujarnya.

Sementara itu, BPBD Sampang memastikan akan mendampingi keluarga korban serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk proses lanjutan.

“Semoga kejadian ini menjadi peringatan bagi seluruh orang tua dan masyarakat agar meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas anak di area berisiko tinggi,” tutup perwakilan BPBD Sampang. (Asmuni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2

2