Example floating
Example floating
BeritaPeristiwa

Jalan Rusak Puluhan Tahun di Bragung, Warga Serasa Tinggal di ‘Kandang Macan’

70
×

Jalan Rusak Puluhan Tahun di Bragung, Warga Serasa Tinggal di ‘Kandang Macan’

Sebarkan artikel ini
Jalan Rusak Puluhan Tahun di Bragung: Warga Serasa Tinggal di ‘Kandang Macan’
Dok. Kondisi akses jalan yang rusak parah di perbatasan Bragung–Pananggunangan menuju Reng Perreng. //SuaraFaktual.id

SUMENEP || SF – Sebuah video berdurasi 2 menit 30 detik viral dan mengundang kemarahan publik.

Rekaman tersebut memperlihatkan kondisi jalan yang rusak parah di Dusun Reng Perreng, Desa Bragung, Kecamatan Guluk-Guluk, Kabupaten Sumenep.

Jalan yang disebut warga sebagai “jalan macan” itu tampak berlubang, sempit, gelap, dan nyaris tak layak dilalui.

Bahkan, warga menilai kerusakan tersebut bukanlah hal baru.

Mereka menyebut akses jalan di perbatasan Bragung–Pananggunangan menuju Reng Perreng itu sudah puluhan tahun tidak pernah diperbaiki, seolah-olah tidak ada sentuhan pembangunan dari pemerintah desa.

“Kemana pemerintah desa saat masyarakat bertahun-tahun melihat kondisi seperti ini? Anggaran desa dan dana desa itu sebenarnya untuk apa? Kami sangat menyayangkan sikap kepala desa yang membiarkan jalan ini rusak seperti jalur menuju kandang macan,” ujar seorang warga yang enggan disebut namanya, Minggu (16/11/2025).

Selain itu, warga tersebut mengaku merasa seperti tidak memiliki pemimpin.

Padahal, dana desa dikucurkan setiap tahun dan semestinya diutamakan untuk pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan desa.

“Kondisinya menyeramkan. Jalan sempit, gelap, licin, dan penuh lubang. Salah sedikit bisa jatuh, nyawa taruhannya. Kami yang tinggal di sini sudah lama, tapi dari dulu keadaan begini terus,” tegasnya.

Keluhan serupa disampaikan warga lainnya.

Menurut mereka, desa-desa lain di Sumenep kini banyak yang jalannya sudah mulus dan nyaman, sementara Reng Perreng seperti dianaktirikan.

“Mau salip kendaraan saja tidak bisa. Tidak ada lampu, tidak ada perbaikan. Kami merasa seperti tidak punya pemimpin. Ya Allah, ampunilah dosa-dosa pemimpin desa kami,” ucap warga lain dengan nada kecewa.

Warga kini berharap pemerintah kabupaten turun tangan karena merasa pemerintah desa telah gagal total menangani problem yang sudah menahun itu.

“Kami minta Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, sekali saja turun ke desa kami. Lihat sendiri betapa parahnya jalan di sini. Jangan tunggu ada korban jiwa baru diperbaiki,” tegas mereka.

Warga Reng Perreng juga menilai, jalan yang rusak parah tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas harian mereka, tetapi juga memperjelas jurang ketimpangan pembangunan di Kabupaten Sumenep. (Asmuni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *