Example floating
Example floating
BeritaDaerah

Tak Ada Pengabdian yang Dianggap Kecil, RSUDMA Sumenep Lepas Pegawai Purna Tugas Tanpa Pandang Jabatan

8
×

Tak Ada Pengabdian yang Dianggap Kecil, RSUDMA Sumenep Lepas Pegawai Purna Tugas Tanpa Pandang Jabatan

Sebarkan artikel ini
Tak Ada Pengabdian yang Dianggap Kecil, RSUDMA Sumenep Lepas Pegawai Purna Tugas Tanpa Pandang Jabatan
Dok. Apel prosesi pelepasan pegawai purna tugas, //SuaraFaktual.id

SUMENEP || SF – Saat banyak institusi hanya sibuk mengejar capaian kinerja, RSUD dr. H. Moh. Anwar (RSUDMA) Sumenep memilih tidak melupakan mereka yang telah mengabdikan hidupnya.

Di bawah kepemimpinan Erliyati, rumah sakit milik Pemkab Sumenep itu memberikan penghormatan yang sama kepada seluruh pegawai purna tugas, tanpa memandang jabatan maupun profesi.

Momen penuh makna tersebut berlangsung dalam apel yang dirangkaikan dengan prosesi pelepasan pegawai purna tugas, Kamis (2/7/26).

Satu per satu pegawai yang telah menuntaskan masa baktinya mendapat apresiasi sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdian mereka selama bertahun-tahun.

Tidak hanya tenaga medis maupun pejabat struktural, penghargaan juga diberikan kepada pegawai administrasi, petugas dapur, hingga helper yang selama ini berada di balik layar mendukung operasional rumah sakit.

Semua diperlakukan setara karena dinilai memiliki kontribusi yang sama pentingnya dalam menghadirkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Kepala Seksi Informasi RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, Erfin Sukayati, mengatakan penghormatan kepada pegawai purna tugas telah menjadi budaya organisasi yang terus dipertahankan di bawah kepemimpinan Direktur RSUDMA.

“Di bawah kepemimpinan Ibu Direktur, seluruh pegawai yang memasuki masa purna tugas diberikan apresiasi tanpa membedakan jabatan. Semua telah menjadi bagian dari perjalanan RSUD Sumenep dan memiliki kontribusi dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Erfin, penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan wujud nyata penghormatan kepada setiap insan yang telah menjadi bagian dari perjalanan panjang rumah sakit.

“Setiap profesi memiliki peran penting. Tidak ada pengabdian yang lebih besar atau lebih kecil. Semuanya menjadi mata rantai yang menentukan kualitas pelayanan rumah sakit kepada masyarakat,” katanya.

Suasana apel berlangsung khidmat sekaligus penuh kehangatan.

Tepuk tangan dari seluruh peserta mengiringi langkah para pegawai yang memasuki masa purna tugas, menjadi simbol rasa hormat dan terima kasih atas dedikasi yang telah mereka persembahkan.

Prosesi sederhana itu sekaligus menegaskan satu pesan penting, di RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, masa kerja boleh berakhir, tetapi jejak pengabdian tidak pernah selesai.

Setiap jasa akan tetap dikenang sebagai bagian dari sejarah dan kemajuan rumah sakit. (Asmuni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2

2