SUMENEP || SF – Miris! Di tengah gembar-gembor kemajuan pendidikan dan alokasi dana besar untuk sektor pendidikan, kondisi SDN IV Bilis-Bilis, Kecamatan Arjasa, Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, justru menunjukkan wajah buram dunia pendidikan di daerah kepulauan.
Bangunan sekolah yang seharusnya menjadi tempat nyaman bagi anak-anak menimba ilmu kini tampak seperti gubuk reyot yang nyaris roboh.
Dindingnya lapuk dimakan usia, atap bocor di sana-sini, dan fasilitas belajar jauh dari kata layak.
Saat hujan turun, ruang kelas berubah menjadi kubangan air, memaksa guru dan murid menghentikan kegiatan belajar mengajar.
Namun, di tengah keterbatasan itu, semangat anak-anak untuk tetap bersekolah tak pernah padam.
“Sekolah ini sudah lama rusak, tapi tidak pernah diperhatikan. Kami hanya bisa berharap agar pemerintah segera turun tangan,” ujar salah satu warga Bilis-Bilis dengan nada kecewa, Rabu (12/11/2025).
Kondisi memprihatinkan itu bukanlah hal baru. Warga menyebut, kerusakan sudah terjadi sejak beberapa tahun terakhir, namun tak ada tindakan nyata dari Dinas Pendidikan Kabupaten Sumenep.
Padahal, pendidikan adalah tanggung jawab negara yang dijamin dalam konstitusi.
Akan tetapi, potret nyata di Kangean menunjukkan ketimpangan pembangunan yang mencolok antara wilayah daratan dan kepulauan.
“Anak-anak di sini juga punya hak yang sama untuk belajar dengan nyaman. Kami berharap pemerintah tidak menutup mata,” tegas warga lainnya.
Ironisnya, di saat sekolah-sekolah di wilayah daratan menikmati fasilitas modern dan program revitalisasi gedung, anak-anak di Kangean harus bertarung dengan hujan dan kebocoran atap demi menuntut ilmu. (Asmuni)













