Example floating
Example floating
BeritaPeristiwa

Rumah Reyot Tukang Becak di Pamekasan Roboh, Aktivis Desak Pemdes Murtajih Jangan Tutup Mata

64
×

Rumah Reyot Tukang Becak di Pamekasan Roboh, Aktivis Desak Pemdes Murtajih Jangan Tutup Mata

Sebarkan artikel ini
Rumah Reyot Tukang Becak di Pamekasan Roboh, Aktivis Desak Pemdes Murtajih Jangan Tutup Mata
Dok. Rumah milik seorang tukang becak bernama Hadari, robohDusun Telaga Sari, Desa Murtajih, Kecamatan Pademawu, /SuaraFaktual.id

PAMEKASAN || SF – Potret kemiskinan kembali terpampang nyata di Kabupaten Pamekasan di Dusun Telaga Sari, Desa Murtajih, Kecamatan Pademawu, rumah milik seorang tukang becak bernama Hadari, roboh pada Selasa malam (5/11/2025) sekitar pukul 21.15 WIB.

Bangunan yang sudah lama tak layak huni itu menjadi satu-satunya tempat berteduh bagi Hadari, istrinya, dan dua anaknya.

Berdasarkan keterangan warga, atap rumah tersebut memang sudah rapuh dan kerap bocor setiap kali hujan mengguyur.

“Iya, kalau hujan, air masuk dari mana-mana. Sudah lama rusak, tapi mau gimana lagi,” ujar salah satu tetangga korban dengan nada iba.

Hadari yang sehari-hari mengayuh becak di sekitaran kota Pamekasan dikenal sebagai sosok pekerja keras.

Namun, di balik keteguhannya mencari nafkah, ia harus menghadapi kenyataan pahit tidak pernah tersentuh bantuan sosial ataupun program perbaikan rumah dari pemerintah desa maupun instansi terkait.

Usai kejadian, warga setempat bergotong royong membantu membersihkan puing-puing bangunan dan menyelamatkan barang-barang yang masih bisa digunakan.

Kejadian itu memantik reaksi keras dari aktivis muda Pamekasan, Habibi El Kafi, yang menilai pemerintah desa telah abai terhadap nasib warganya sendiri.

“Kejadian ini jelas menunjukkan ketidakpedulian pemerintah desa terhadap rakyat kecil. Bagaimana bisa rumah warga miskin roboh tanpa pernah ada perhatian sebelumnya?” tegas Habibi, Rabu (6/11/2025).

Habibi mendesak agar pemerintah desa dan daerah segera turun tangan memberikan bantuan nyata, bukan sekadar janji.

“Saya minta semua pihak, terutama pemerintah desa, segera membantu Hadari. Masyarakat butuh bukti, bukan retorika,” pungkasnya. (Asmuni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *