Example floating
Example floating
BeritaPeristiwa

Presma UNIJA Tegas Soroti BUMD PT WUS, Dugaan Kuat Korupsi dan Penyalahgunaan Wewenang Menguat

105
×

Presma UNIJA Tegas Soroti BUMD PT WUS, Dugaan Kuat Korupsi dan Penyalahgunaan Wewenang Menguat

Sebarkan artikel ini
Presma UNIJA Tegas Soroti BUMD PT WUS, Dugaan Kuat Korupsi dan Penyalahgunaan Wewenang Menguat
Dok. Moh. Ibnu Al Jazary, //SuaraFaktual.id

SUMENEP || SF – Presiden Mahasiswa Universitas Wiraraja (UNIJA) secara tegas menyoroti kinerja Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Wira Usaha Sumekar (PT WUS) yang dinilai sarat ketidakwajaran dan berpotensi mengarah pada dugaan kuat tindak pidana korupsi serta penyalahgunaan kewenangan dalam pengelolaan dana publik.

“PT WUS ini BUMD, modalnya uang rakyat. Tapi faktanya setiap tahun justru mencatat kerugian dan penurunan nilai aset. Kalau pola seperti ini terus terjadi tanpa penjelasan terbuka, kami menilai ada indikasi kuat penyimpangan yang tidak bisa lagi dianggap wajar,” tegas Presiden Mahasiswa UNIJA.

Berdasarkan laporan keuangan audited tahun anggaran 2023, penyertaan modal Pemerintah Kabupaten Sumenep pada PT WUS tercatat sebesar Rp34,39 miliar dengan kepemilikan saham mayoritas 75,30 persen. Namun pada tahun yang sama, PT WUS justru mengalami kerugian sebesar Rp877 juta, kondisi yang dinilai menunjukkan lemahnya tata kelola dan pengawasan terhadap BUMD tersebut.

Alih-alih membaik, kinerja PT WUS pada tahun anggaran 2024 justru semakin memburuk. Nilai ekuitas kembali turun menjadi Rp33,40 miliar dengan kerugian yang meningkat signifikan hingga Rp1,31 miliar. Ironisnya, pada tahun tersebut PT WUS tidak menyetorkan deviden sama sekali kepada pemerintah daerah sebagai pemegang saham mayoritas.

Presiden Mahasiswa UNIJA menilai, kerugian berulang yang terjadi di tubuh BUMD PT WUS bukan lagi sekadar persoalan bisnis biasa.

“Ini bukan perusahaan swasta. Ini BUMD yang seharusnya memberi kontribusi bagi daerah. Kalau justru merugi terus dan tidak ada manfaat bagi daerah, maka patut diduga ada penyalahgunaan kewenangan dalam pengelolaannya,” ujarnya dengan nada keras.

Ia menambahkan, minimnya transparansi dan pertanggungjawaban publik atas kinerja PT WUS berpotensi merugikan keuangan daerah dan mencederai kepercayaan masyarakat.

Oleh karena itu, pihaknya mendesak agar persoalan ini tidak diselesaikan secara internal semata.

“Kami mendesak aparat penegak hukum dan lembaga pengawas keuangan segera melakukan audit investigatif terhadap PT WUS. Jangan ada pembiaran. BUMD harus bersih, transparan, dan bertanggung jawab,” tandasnya.

Presiden Mahasiswa UNIJA menegaskan bahwa mahasiswa akan terus mengawal persoalan PT WUS sebagai bentuk kontrol sosial dan komitmen menjaga uang rakyat dari praktik korupsi dan penyalahgunaan wewenang. (Asmuni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *