SUMENEP || SF – Penanganan, Proyek Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3TGAI) senilai Rp195 juta di Desa Pamolokan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, masih belum jelas.
Belum genap setahun diresmikan, bangunan irigasi tersebut telah mengalami kerusakan, memicu pertanyaan serius soal kualitas pekerjaan hingga ketepatan sasaran program.
Ironisnya, di tengah ramainya perbincangan publik dan keluhan warga, pendamping program serta Ketua HIPPA “Pemuda Maju” justru memilih bungkam.
Tak ada penjelasan resmi, tak ada klarifikasi, apalagi tanggung jawab terbuka kepada masyarakat.
Padahal, P3TGAI merupakan program strategis pemerintah pusat yang dirancang untuk meningkatkan layanan irigasi pertanian, memperkuat ketahanan pangan, dan membantu petani secara langsung.
Namun di Pamolokan, manfaat itu dinilai tak sebanding dengan dana yang digelontorkan.
“Bangunannya sudah rusak, padahal belum satu tahun. Yang lebih aneh, di sini tidak ada wilayah persawahan. Program ini terkesan dipaksakan,” ujar R, warga Pamolokan, terhadap SuaraFaktual.id Rabu, (7/1/26).
Kerusakan fisik proyek yang menurut warga tampak pada struktur saluran memunculkan dugaan pekerjaan asal-asalan.
Lebih jauh, warga juga menilai proyek tersebut salah sasaran, mengingat kondisi wilayah yang minim persawahan aktif.
Sorotan tak berhenti di kualitas bangunan. Minimnya transparansi menjadi persoalan lanjutan.
R, mengaku tidak pernah mendapat penjelasan detail terkait perencanaan, pelaksanaan, hingga mekanisme pengawasan proyek.
Ketika bangunan mulai rusak, pihak yang seharusnya bertanggung jawab justru menghilang dari ruang publik.
“Kalau benar ini untuk petani, kenapa sejak awal tidak melibatkan warga secara terbuka? Sekarang rusak, semua diam,” keluhnya.
Sikap diam pendamping dan Ketua HIPPA dinilai memperkuat kecurigaan publik bahwa fungsi pengawasan tidak berjalan.
Padahal, dalam skema P3TGAI, pendamping dan HIPPA memegang peran krusial mulai dari perencanaan teknis hingga memastikan keberlanjutan manfaat.
Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi yang dilakukan SuaraFaktual.id, kepada pendamping dan Ketua HIPPA Pemuda Maju belum membuahkan hasil.
Pesan dan permintaan klarifikasi yang disampaikan belum mendapat tanggapan. (Asmuni)













