Example floating
Example floating
BeritaPeristiwa

Hantam Karang, KM LA RISKY Tenggelam di Perairan Kangean

13
×

Hantam Karang, KM LA RISKY Tenggelam di Perairan Kangean

Sebarkan artikel ini
Hantam Karang, KM LA RISKY Tenggelam di Perairan Kangean
Fok. Kapal motor pengangkut barang KM LA RISKY yang tenggelam di perairan selatan Pulau Mamburit, //SuaraFaktual.id

SUMENEP || SF – Kapal motor pengangkut barang KM LA RISKY tenggelam di perairan selatan Pulau Mamburit, Kecamatan Kangean, Kabupaten Sumenep, Senin (15/6). Beruntung, seluruh awak kapal berhasil diselamatkan.

Insiden tersebut terjadi sekitar pukul 14.45 WIB, sekitar 1,5 mil laut dari Pelabuhan Batuguluk. Kapal yang dinakhodai Mulyadi alias Cek Udi, 40, warga Desa Timur Jangjang, Kecamatan Kangayan, itu diketahui mengangkut tabung gas LPG 3 kilogram, material bangunan, dan berbagai kebutuhan lainnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kapal diduga menabrak karang hingga mengalami kebocoran pada lambung.

Air laut yang masuk membuat kapal akhirnya tenggelam bersama sebagian besar muatan.

Nahkoda bersama empat anak buah kapal (ABK) berhasil dievakuasi nelayan yang berada di sekitar lokasi kejadian. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Selain menyelamatkan para korban, nelayan turut mengevakuasi sebagian muatan, di antaranya tabung gas LPG 3 kilogram dan kasur spring bed.

Sementara barang lainnya dilaporkan hanyut atau tenggelam bersama kapal.

Akibat kejadian itu, pemilik kapal diperkirakan mengalami kerugian material sekitar Rp450 juta akibat rusaknya kapal dan hilangnya barang muatan.

Personel Polsek Kangean telah mendatangi lokasi kejadian untuk meminta keterangan saksi dan korban. Polisi juga berkoordinasi dengan KPLP serta Syahbandar setempat guna penanganan lebih lanjut.

Kapolres Sumenep AKBP Anang Hardiyanto melalui Kapolsek Kangean AKP Datun Subagyo mengimbau para nahkoda agar lebih berhati-hati saat berlayar, terutama di wilayah perairan yang banyak terdapat karang.

“Hendaknya selalu mengutamakan keselamatan dan meningkatkan kewaspadaan untuk menghindari kecelakaan laut,” ujarnya.

Hingga kini, proses pendataan kerugian dan koordinasi dengan instansi terkait masih terus dilakukan. (Asmuni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2

2