SAMPANG || SF – Audiensi yang digelar Musyawarah Perjuangan Rakyat (MUSPERA) terkait penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra Tahun Anggaran 2025 di Kantor Pos Kabupaten Sampang, Senin (15/12/25), berujung kekecewaan.
Pasalnya, pimpinan PT Pos Cabang Sampang yang diharapkan hadir untuk memberikan klarifikasi, justru diduga “mangkir”.
Koordinator MUSPERA, Rois Anwar, menegaskan bahwa audiensi tersebut telah dijadwalkan dan disampaikan secara resmi melalui surat pemberitahuan sebelumnya.
Namun ketika masuk jadwal audiensi, tidak ada satu pun pimpinan PT Pos yang menemui perwakilan MUSPERA.
“Kami menilai ini bentuk ketidakseriusan PT Pos dalam menyikapi persoalan BLT Kesra. Padahal kami datang secara resmi dan sesuai prosedur. Kepala PT Pos seharusnya hadir untuk menjelaskan secara terbuka apa saja kendala di lapangan,” tegas Rois, terhadap SuaraFaktual.id.
Padahal menurut Rois, MUSPERA menemukan sejumlah permasalahan dalam penyaluran BLT Kesra 2025, bahkan diduga mengarah pada indikasi penyimpangan.
Karena adanya hal itu, audiensi dianggap penting sebagai forum klarifikasi langsung agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
“Yang kami kecewakan, tidak ada itikad baik untuk menemui kami, malah “mangkir”. Padahal ini menyangkut hak masyarakat kecil, transparansi itu wajib,” jelasnya.
Rois menambahkan, pihaknya hanya memperoleh informasi dari bagian administrasi Kantor Pos bahwa Kepala PT Pos Cabang Sampang tengah mengikuti rapat daring (Zoom meeting).
Namun alasan tersebut dinilai tidak dapat dibenarkan.
“Kalau memang ada rapat, seharusnya bisa diwakilkan pejabat yang berwenang atau menjadwalkan ulang secara resmi. Bukan malah membiarkan audiensi tanpa kejelasan,” ujarnya.
MUSPERA menegaskan akan terus mengawal persoalan BLT Kesra hingga ada penjelasan terbuka dari pihak PT Pos maupun instansi terkait.
Mereka juga tidak menutup kemungkinan akan menempuh langkah lanjutan apabila sikap tertutup ini terus berlanjut.
“Kami datang bukan untuk ribut, tapi untuk mencari kejelasan. Kalau terus diabaikan, tentu ada langkah berikutnya,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak SuaraFaktual.id masih belum menerima pernyataan resmi dari PT Pos Cabang Sampang, terkait ketidakhadiran pimpinan dalam audiensi tersebut. Upaya konfirmasi yang dilakukan masih menemui kebuntuan. (Asmuni)













