Example floating
Example floating
BeritaPeristiwa

Aceh Darurat Bencana: 35 Meninggal, Ribuan Mengungsi

67
×

Aceh Darurat Bencana: 35 Meninggal, Ribuan Mengungsi

Sebarkan artikel ini
Aceh Darurat Bencana: 35 Meninggal, Ribuan Mengungsi
Dok. Kondisi bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh. //SuaraFaktual.id

BANDA ACEH || SF – Jumlah korban bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh terus meningkat.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan hingga Sabtu (29/11/2025), 35 orang meninggal dunia, 25 orang masih hilang, dan 8 lainnya mengalami luka-luka.

Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto, S.Sos., M.M. mengatakan korban terbanyak berasal dari Kabupaten Bener Meriah, Aceh Tenggara, dan Aceh Tengah.

Sementara pendataan di beberapa wilayah lain, seperti Aceh Timur, Aceh Singkil, dan Aceh Utara, terkendala akses yang hingga kini belum sepenuhnya terbuka.

“Data ini masih akan terus berkembang. Sementara yang terdata ada 35 jiwa meninggal dunia,” ujar Suharyanto dalam laporan yang diterima SuaraFaktual.id, Sabtu (29/11/2025).

Jumlah pengungsi meningkat seiring meluasnya dampak bencana. BNPB mencatat 4.846 kepala keluarga harus mengungsi di 20 kabupaten/kota.

Di Kota Lhokseumawe, kondisi paling darurat, terdapat 96 titik pengungsian yang membutuhkan suplai logistik serta layanan dasar seperti air bersih, sandang, dan layanan kesehatan.

Kerusakan infrastruktur memperburuk kondisi penanganan. Beberapa jalur vital terputus. Jalur nasional Sumut–Aceh lumpuh akibat longsor.

Jembatan Meureudu rusak berat, menghentikan arus transportasi Banda Aceh–Lhokseumawe–Aceh Timur–Langsa–Aceh Tamiang.

Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah, tidak bisa diakses lewat darat karena jalan nasional dan jembatan rusak total.

Dengan putusnya akses darat, jalur udara menjadi satu-satunya opsi.

Bandara Perintis Gayo Lues dan Bandara Rembele di Bener Meriah kini menjadi pusat mobilisasi bantuan dan evakuasi.

Gangguan jaringan telekomunikasi menghambat pendataan dan distribusi bantuan.

Untuk mengatasi hal itu, BNPB mengerahkan perangkat internet Starlink ke sejumlah lokasi terdampak, khususnya Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Bener Meriah.

“Starlink sudah didistribusikan ke pemerintah daerah, baik di titik pengungsian maupun posko darurat,” kata Suharyanto.

Tak hanya itu ia pastikan pendistribusian logistik terus dilakukan, termasuk di Kota Lhokseumawe, seperti, beras, mie instan, minyak goreng, telur, gula, diaper, dan obat-obatan.

Pemerintah juga mengerahkan 26 personel BNPB serta tiga pesawat Hercules yang membawa bantuan Presiden berupa tenda, genset, LCR, kompresor, serta logistik bahan pangan.

Suharyanto menegasakan bahwa dirinya yang memimpin langsung operasi penanganan darurat bencana di tiga provinsi terdampak, termasuk Aceh, untuk mempercepat pembukaan akses dan memastikan seluruh korban mendapatkan bantuan. (Asmuni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2

2