SURABAYA || SF – Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) Pemuda Muhammadiyah Jawa Timur kembali mengerucutkan dua fokus besar gerakan, penguatan pengkaderan dan pengawalan isu lingkungan.
Forum strategis itu digelar dari tanggal 10–11 Desember 2025 di Haris Hotel Gubeng Surabaya, menghadirkan Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak serta Ketua Komisi A DPRD Jatim.
Atmosfernya padat rapat, kritik, dan konsolidasi bertemu dalam satu ruang.
Ketua PWPM Jatim, M. Zaki Nafiuzzaki, membuka forum dengan penegasan tajam, kaderisasi bukan sekadar agenda rutin, tetapi kerja fundamental yang menentukan napas organisasi.
Ia menilai Pemuda Muhammadiyah harus merapatkan barisan di tengah perubahan sosial yang bergerak cepat dan sering tak terduga.
“Konsolidasi kader bukan kerja seremonial. Ini investasi untuk melahirkan pemimpin muda yang tahan banting dan adaptif, dengan karakter, moral, dan kapasitas yang relevan dengan zaman,” tegasnya.
Zaki juga menyentil soal pentingnya penguasaan ruang digital wilayah baru yang menentukan arah komunikasi publik.
“Digital itu bukan tambahan, sudah menjadi kewajiban gerakan,” ujarnya, menekankan betapa krusialnya literasi digital bagi pemuda dalam arena advokasi maupun dakwah sosial.
Nada serupa disampaikan Sekretaris PP Pemuda Muhammadiyah, Najih Prasetyo, yang hadir memberikan penguatan arah gerakan.
Ia menegaskan bahwa kader harus siap bersaing di ruang publik dengan kecakapan baru, terutama yang bersentuhan dengan teknologi dan media digital.
“Kader Muhammadiyah harus tangguh dan bertumbuh. Pertumbuhan itu tidak mungkin tanpa keterampilan digital yang memadai,” katanya.
Di luar isu pengkaderan, Rapimwil juga mengerek tinggi peringatan soal lingkungan.
Zaki menyebut Jawa Timur menghadapi tekanan ekologis yang kian nyata: problem sampah, tata kelola ruang, sampai efek perubahan iklim yang makin sulit dihindari.
“Pemuda harus turun mengawal isu lingkungan. Mulai dari edukasi, advokasi, sampai aksi komunitas. Semua harus bergerak,” serunya.
Isu-isu tersebut kemudian dibedah melalui tiga komisi: kaderisasi, lingkungan, dan program sosial-keumatan.
Hasilnya akan dibawa sebagai rekomendasi resmi kepada Gubernur Jatim dan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Jatim sebagai panduan arah gerak Pemuda Muhammadiyah periode 2023–2027.
Rapimwil kali ini bukan sekadar ruang rapat. Ia menjadi penanda bahwa Pemuda Muhammadiyah Jatim ingin tampil lebih agresif, lebih presisi, dan lebih relevan dalam kerja-kerja sosial, kebangsaan, dan keberlanjutan lingkungan. (Asmuni)













