Example floating
Example floating
BeritaPendidikan

DPKS Apresiasi Pelatihan SPAB dan Psikososial di Sekolah

62
×

DPKS Apresiasi Pelatihan SPAB dan Psikososial di Sekolah

Sebarkan artikel ini
DPKS Apresiasi Pelatihan SPAB dan Psikososial di Sekolah
Dok. Pelaksanaan Pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dan Psikososial. //SuaraFaktual.id

SUMENEP || SF – Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS), Madura, Jawa Timur, apresiasi pelaksanaan Pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) dan Psikososial yang dilaksanakan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) bekerja sama dengan BPBD Kabupaten Sumenep.

Ahmad Nawawi, Anggota DPKS mengungkapkan kegiatan yang dilaksanakan di Hotel Bintang Jaya selama 2 hari tersebut sangat bermanfaat bagi para peserta, mengingat kemandirian siaga bencana bagi para pendidik dan juga siswa sangatlah penting, terlebih bagi lembaga sekola yang keberadaannya berada di wilayah rawat bencana.

“Kami mengapresiasi pelatihan ini, dan kami bersyukur karena pelatihan ini ditempatkan di Kabupaten Sumenep karena bagaimanapun kita tidak bisa memprediksi kapan bencana itu akan terjadi, maka menjadi penting untuk dilakukan kesiapsiagaan mulai sekarang, terutama bagi wilayah rawan bencana”, ujarnya. Minggu (16/11/2025).

Selain itu, tutur Nawawi dengan adanya pelatihan ini sekolah-sekolah di Sumenep siap menjadi garda terdepan dalam menghadapi bencana jika sewaktu-waktu terjadi, jadi tidak menunggu ada bencana dulu baru akan belajar cara menanganinya.

 “Sumenep melangkah maju! Pelatihan Satuan Pendidikan Aman Bencana dan Psikososial hadir untuk mencetak agen perubahan dari tingkat SD hingga SMA/SMK. Dengan pemahaman mitigasi bencana dan keterampilan psikososial, sekolah-sekolah di Sumenep siap menjadi garda terdepan dalam menghadapi bencana.” tuturnya.

Ahmad Nawawi berharap kegiatan pelatihan selama 2 hari tersebut tidak hanya dilaksanakan sekali tapi bisa terlaksana kembali di Kabupaten Sumenep, termasuk follow up dari kegiatan itu bisa diaplikasikan di sekolah-sekolah.

“Kami tentu berharap kegiatan ini bisa terlaksana lagi, artinya tidak hanya sekali saja kalau bisa ya berkali-kali, tapi yang terpenting adalah tindak lanjut dari pelaksanaan pelatihan ini bisa dipraktekkan di sekolah masing-masing,” pungkasnya. (Asmuni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *