Example floating
Example floating
BeritaPemerintahan

Satu-Satunya Kandidat Bergelar Doktor, Abd Rahman Riadi Menguat di Bursa Sekda Sumenep

79
×

Satu-Satunya Kandidat Bergelar Doktor, Abd Rahman Riadi Menguat di Bursa Sekda Sumenep

Sebarkan artikel ini
Satu-Satunya Kandidat Bergelar Doktor, Abd Rahman Riadi Menguat di Bursa Sekda Sumenep
Dok. Dr. Abd Rahman Riadi, calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep.//SuaraFaktual.id/istimewa

SUMENEP || SF – Bursa calon Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sumenep kian memanas di ruang publik.

Dari tiga nama yang masuk tiga besar hasil seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, satu figur mencuri perhatian publik, Dr. Abd Rahman Riadi.

Ia menjadi satu-satunya kandidat bergelar doktor, sebuah capaian akademik tertinggi yang dinilai menjadi pembeda signifikan dalam kontestasi kali ini.

Di tengah tantangan birokrasi modern yang kian kompleks, latar belakang akademik dinilai bukan sekadar pelengkap.

Gelar doktor dianggap sebagai indikator kapasitas intelektual, ketajaman analisis, serta kemampuan merumuskan kebijakan berbasis riset dan data.

Pengamat kebijakan publik Sumenep, Muhammad Dafik, SH, menilai gelar doktor yang disandang Abd Rahman menjadi nilai lebih yang tidak bisa diabaikan.

“Secara akademik, beliau figur yang telah teruji. Di era tata kelola pemerintahan berbasis data dan analisis, kapasitas keilmuan menjadi faktor penting dalam perumusan kebijakan strategis daerah,” ujarnya, Kamis, 19 Februari 2026.

Menurut Dafik, kompetensi akademik tersebut relevan untuk menjawab kebutuhan birokrasi yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap dinamika pembangunan.

Terlebih, Sekda memiliki peran sentral sebagai motor penggerak administrasi pemerintahan sekaligus penghubung visi-misi kepala daerah dengan implementasi teknokratis di lapangan.

Tak hanya unggul secara akademik, Abd Rahman juga disebut memiliki rekam jejak birokrasi yang solid.

Dalam sejumlah jabatan strategis yang pernah diembannya, ia dinilai menunjukkan kepemimpinan profesional, kemampuan koordinasi lintas sektor, serta kecakapan manajerial yang mumpuni.

“Beliau dikenal adaptif dan mampu bekerja dalam tekanan. Itu modal penting untuk menakhodai birokrasi Sumenep ke depan,” imbuh Dafik.

Aspek integritas juga menjadi sorotan. Selama meniti karier sebagai birokrat, Abd Rahman disebut bersih dari persoalan hukum maupun isu etik.

Rekam jejak tanpa catatan negatif dinilai menjadi modal moral yang kuat dalam proses seleksi yang menuntut figur berintegritas.

Dengan kombinasi kapasitas akademik, pengalaman birokrasi, dan integritas personal, Abd Rahman dinilai memenuhi kriteria figur Sekda yang mampu membawa birokrasi Sumenep lebih modern dan berorientasi pada pelayanan publik.

Kini, keputusan akhir berada di tangan Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo.

Publik menanti, siapa sosok yang dinilai paling layak menakhodai birokrasi daerah di tengah harapan besar terhadap pemerintahan yang profesional dan responsif. (Asmuni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *