SUMENEP || SF – Kesadaran berlalu lintas tak bisa dibentuk secara instan, Ia harus ditanamkan sejak usia dini.
Itulah yang dilakukan Satlantas Polres Sumenep melalui program Polisi Sahabat Anak yang digelar di Mapolres Sumenep, Rabu (11/2).
Sejak pukul 08.00, suasana Mapolres tampak berbeda, sejumlah anggota Unit Kamsel Satlantas menyambut anak-anak dengan pendekatan humanis dan edukatif.
Mereka tidak sekadar memperkenalkan rambu dan aturan lalu lintas, tetapi juga menanamkan nilai disiplin dan keselamatan sebagai bagian dari karakter.
Kanit Kamsel Satlantas Polres Sumenep, bersama personel Banit Kamsel memimpin langsung kegiatan tersebut.
Dalam sesi interaktif, anak-anak dikenalkan pentingnya menggunakan helm, memahami fungsi rambu, hingga etika sederhana di jalan raya.
“Keselamatan itu bukan pilihan, tapi kewajiban. Edukasi harus dimulai sejak dini agar tertib lalu lintas menjadi budaya, bukan sekadar takut pada penindakan,” ujar Kasat Lantas Polres Sumenep AKP Beny Kuncoro.
Sebagai bentuk penguatan pesan, Satlantas juga memberikan sarana kontak berupa helm kepada peserta.
Pembagian helm itu bukan sekadar simbolis, melainkan penegasan bahwa perlindungan diri adalah prioritas utama dalam berkendara.
Program tersebut merupakan bagian dari upaya membangun kamseltibcarlantas (keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas) yang aman dan kondusif di wilayah hukum Polres Sumenep.
Pendekatan persuasif dan edukatif dinilai lebih efektif dalam membangun kesadaran kolektif dibandingkan sekadar penegakan hukum.
Kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar. Satlantas berharap, melalui sentuhan edukasi yang menyenangkan, anak-anak tidak hanya mengenal polisi sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai sahabat yang peduli terhadap keselamatan mereka.
Upaya kecil hari ini diharapkan menjadi fondasi besar bagi lahirnya generasi pelopor keselamatan berlalu lintas di masa depan. (Asmuni)













