Example floating
Example floating
BeritaPeristiwa

SK Misterius Rektor: Diduga ‘Calon Titipan’ Gagal Lolos, Pemilihan Duta Kampus Uniba Mendadak Dibekukan

706
×

SK Misterius Rektor: Diduga ‘Calon Titipan’ Gagal Lolos, Pemilihan Duta Kampus Uniba Mendadak Dibekukan

Sebarkan artikel ini
SK Misterius Rektor: Diduga ‘Calon Titipan’ Gagal Lolos, Pemilihan Duta Kampus Uniba Dibekukan Mendadak
Dok. Tanpak Depan Universitas Bahaudin Muchdary (UNIBA). //SuaraFaktual.id

SUMENEP || SF – Hiruk-pikuk Pemilihan Duta Kampus Uniba Madura yang awalnya diproyeksikan sebagai panggung prestisius mahasiswa mendadak berubah menjadi drama kampus yang memantik amarah publik internal dan memanas.

Selepas panitia bekerja keras menggandeng 30 sponsor dan menyiapkan acara megah, pihak rektorat justru menerbitkan SK pemberhentian kegiatan secara tiba-tiba sebuah keputusan mengejutkan yang membuat mahasiswa terperangah sekaligus bertanya-tanya: ada apa sebenarnya?

SK pembekuan tersebut muncul di tengah merebaknya isu dugaan adanya calon “titipan” yang tidak lolos seleksi.

Sosok yang digadang-gadang memiliki kedekatan dengan lingkaran elite kampus itu nyatanya tidak masuk daftar peserta resmi, memunculkan kecurigaan publik bahwa ada tarik-ulur kepentingan yang gagal terselubung.

Isu indikasi kuat adanya drama kekuasaan di balik layar itulah yang kemudian menyeret nama rektorat UNIBA.

Padahal, seleksi tahap pertama telah rampung, dan panitia tengah bersiap memasuki tahapan berikutnya.

Semua proses mendadak berhenti setelah SK bertanggal 19 November ditandatangani oleh Ketua Senat Uniba Madura, Budi Siswanto, tanpa penjelasan rinci maupun sosialisasi lebih dulu.

Riski, mahasiswa Uniba yang mengikuti dinamika tersebut sejak awal, menyebut langkah itu sebagai tindakan sepihak yang merusak marwah kegiatan mahasiswa.

“Pihak rektor, khususnya ketua senat, tidak seharusnya langsung membekukan kegiatan tanpa penjelasan terbuka. Ini mencederai kerja keras panitia. Publik kampus berhak tahu apa persoalannya,” tegasnya (21/11/25).

Ia juga menanyakan nasib puluhan peserta yang telah lolos seleksi pertama dan mempersiapkan diri untuk tahap lanjutan.

“Pembekuan ini tidak hanya membuat kegiatan kacau, tapi juga merugikan peserta. Jika memang tidak ada masalah, mengapa SK keluar bersamaan dengan isu calon titipan yang tidak lolos?” lanjutnya.

Ia menuding adanya aroma “kepentingan khusus” yang ingin diamankan lewat kebijakan tersebut.

Minimnya klarifikasi dari rektorat membuat suasana kampus makin panas.

Mahasiswa membangun interpretasi liar masing-masing. Banyak yang menilai SK turun bukan karena pertimbangan administratif, melainkan tekanan internal setelah calon tertentu tidak berhasil melaju ke tahap berikutnya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak rektorat belum memberikan keterangan resmi. Transparansi yang dituntut mahasiswa tak kunjung datang, sementara tensi internal kampus terus menguat.

Ajang bergengsi yang seharusnya menjadi ruang prestasi mahasiswa kini justru berubah menjadi panggung kontroversi dan tarik-ulur kepentingan.

Seleksi tahap kedua tak bisa dilaksanakan, peserta yang lolos tahap pertama dibiarkan menggantung nasibnya, dan publik kampus menunggu jawaban yang tak kunjung turun. (Asmuni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *