Example floating
Example floating
BeritaDaerah

Ribuan Jamaah Padati Ied Muhammadiyah Sumenep, Dr. Zein Serukan Istiqamah Taqwa untuk Peradaban Bangsa

84
×

Ribuan Jamaah Padati Ied Muhammadiyah Sumenep, Dr. Zein Serukan Istiqamah Taqwa untuk Peradaban Bangsa

Sebarkan artikel ini
Ribuan Jamaah Padati Ied Muhammadiyah Sumenep, Dr. Zein Serukan Istiqamah Taqwa untuk Peradaban Bangsa
Dok. Ribuan jamaah memadati halaman Masjid Darussalam, Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Kota, //SuaraFaktual.id

SUMENEP || SF – Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 H yang diselenggarakan oleh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sumenep pada Jumat (20/3/2026) berlangsung dengan tertib, elegan, dan penuh kekhidmatan.

Ribuan jamaah memadati halaman Masjid Darussalam, Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Kota, yang menjadi salah satu dari enam titik pelaksanaan sholat Ied yang telah ditetapkan oleh Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kota Sumenep, termasuk di antaranya lokasi strategis di depan Kantor Pemerintah Daerah Sumenep.

Sejak pagi hari, jamaah telah berdatangan dengan tertib, memenuhi halaman masjid hingga meluber ke badan jalan.

Kondisi ini telah diantisipasi dengan matang oleh Takmir Masjid Darussalam di bawah koordinasi Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kota Sumenep, yang berkolaborasi dengan berbagai instansi terkait, termasuk Dinas Perhubungan, guna memastikan kelancaran arus lalu lintas dan kenyamanan jamaah.

Penataan lokasi yang rapi, pengaturan shaf yang terarah, serta pelayanan panitia yang ramah mencerminkan tata kelola pelaksanaan ibadah yang profesional dan berkemajuan, sekaligus menampilkan wajah Islam yang damai, santun, dan inklusif.

Sholat Idul Fitri di lokasi tersebut dipimpin oleh Imam Masjid Darussalam, Ustadz Amin Yusro. Sementara itu, khutbah disampaikan langsung oleh Ketua PDM Sumenep, Dr. Moh. Zeinudin, S.H., S.H.I., M.Hum., LL.M. (Dr. Zein).

Dalam khutbahnya yang bertema “Itiqomah dalam Ketaqwaan: Dari Tradisi Ramadhan Menuju Budaya Kebaikan Sepanjang Zaman”, Dr. Zein mengajak umat Islam untuk tidak menjadikan Ramadhan sebagai ritual musiman semata, melainkan sebagai fondasi pembentukan karakter dan peradaban.

Ia menekankan bahwa tradisi mengaji, memperbanyak ibadah, serta meningkatkan amal sosial selama bulan Ramadhan harus ditransformasikan menjadi budaya ketakwaan yang berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

Menurutnya, keberhasilan Ramadhan tidak diukur dari semaraknya ibadah selama sebulan, tetapi dari sejauh mana nilai-nilai tersebut mampu hidup dan tumbuh setelah Ramadhan berakhir.

“Ketakwaan tidak boleh berhenti di bulan Ramadhan. Ia harus menjadi energi moral dan sosial yang menggerakkan kita untuk membangun masyarakat yang adil, beradab, dan berkemajuan,” ujarnya di hadapan ribuan jamaah.

Dr. Zein juga menyoroti pentingnya menjadikan nilai-nilai keislaman sebagai landasan dalam membangun bangsa.

Ia menegaskan bahwa Islam yang rahmatan lil ‘alamin adalah Islam yang menghadirkan solusi, menjunjung tinggi kemanusiaan, serta mampu berdialog dengan perkembangan zaman secara ilmiah dan moderat.

Dalam konteks kebangsaan, ia mengajak umat untuk menjadikan ketakwaan sebagai kekuatan transformasi sosial.

“Bangsa ini tidak hanya membutuhkan kecerdasan intelektual, tetapi juga kedalaman spiritual dan integritas moral. Di sinilah pentingnya melanjutkan spirit Ramadhan sebagai budaya kebaikan sepanjang zaman,” katanya.

Pelaksanaan Sholat Idul Fitri oleh Muhammadiyah di Sumenep tahun ini kembali menunjukkan konsistensi organisasi tersebut dalam mengelola kegiatan keagamaan secara modern, terbuka, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.

Nuansa toleransi dan kebersamaan tampak kental, di mana masyarakat dari berbagai latar belakang turut hadir dan merasakan kenyamanan dalam pelaksanaan ibadah.

Sebagai salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, Muhammadiyah terus memperlihatkan kiprahnya yang berintegritas dalam membangun kehidupan keagamaan yang berkemajuan.

Melalui pendekatan yang ilmiah, moderat, dan berorientasi pada solusi, Muhammadiyah tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga mengarahkan umat menuju masa depan yang lebih beradab dan berkeadilan.

Perayaan Idul Fitri di Sumenep ini tidak sekadar menjadi momentum kemenangan spiritual, tetapi juga penegasan komitmen kolektif untuk menjadikan nilai-nilai ketakwaan sebagai fondasi dalam membangun masyarakat, bangsa, dan negara yang lebih baik. (Asmuni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *