Example floating
Example floating
BeritaHukrim

Nyaris Lolos Jalur Darat, 30 Kg Sabu Tercium di Ngawi, Bandar Besar Gelap

51
×

Nyaris Lolos Jalur Darat, 30 Kg Sabu Tercium di Ngawi, Bandar Besar Gelap

Sebarkan artikel ini
Nyaris Lolos Jalur Darat, 30 Kg Sabu Tercium di Ngawi, Bandar Besar Gelap
Dok. Kasat Resnarkoba Polres Ngawi AKP Marji Wibowo, S.H., mewakili Kapolres Ngawi AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, //SuaraFaktual.id

NGAWI || SF – Jalur darat Jawa Timur kembali nyaris kebobolan. Hampir 30 kilogram sabu asal Cina nyaris mengalir mulus ke pasar gelap sebelum akhirnya dipatahkan di Ngawi.

Polres Ngawi Polda Jatim menggagalkan pengiriman narkotika kelas kakap seberat 29,98 kilogram dengan nilai pasar ditaksir mencapai Rp3 miliar.

Pengungkapan ini bermula dari kejelian warga Dusun Besaran, Kecamatan Ngawi, yang mencium kejanggalan sebuah truk.

Laporan masyarakat itu menjadi titik awal terbongkarnya dugaan jaringan narkotika lintas wilayah yang bermain rapi dan nyaris tak terdeteksi.

Kasat Resnarkoba Polres Ngawi AKP Marji Wibowo, S.H., mewakili Kapolres Ngawi AKBP Charles Pandapotan Tampubolon, menegaskan bahwa peran masyarakat menjadi kunci.

“Ada laporan warga terkait keberadaan truk mencurigakan yang diduga membawa narkotika,” ujar AKP Marji, Jumat (2/1/26).

Tim Satresnarkoba langsung bergerak cepat. Penggeledahan di lokasi mengungkap fakta yang mencengangkan. Polisi menemukan tiga karung besar berisi sabu dua karung berada di bak truk, sementara satu karung lainnya tergeletak di samping kendaraan.

“Satu karung diduga terjatuh. Sopir panik lalu melarikan diri,” ungkap AKP Marji.

Pelarian sopir justru menegaskan satu hal, ini bukan pengangkutan biasa.

Truk tersebut diduga kuat menjadi alat angkut narkotika skala besar yang direncanakan masuk ke jaringan peredaran di Jawa Timur.

Narkotika jenis sabu hampir 30 kilogram itu diyakini berasal dari Cina.

Jumlah yang bukan untuk pemakai eceran, melainkan indikasi kuat permainan bandar besar dengan sistem distribusi terorganisir.

Pengungkapan yang terjadi pada Sabtu (28/8/2025) itu kini tidak berhenti di tingkat Polres.

Polda Jawa Timur telah mengambil alih penanganan perkara guna membongkar jaringan yang lebih luas, termasuk aktor intelektual di balik layar.

“Penanganan perkara dilimpahkan ke Polda Jatim untuk pengembangan,” tegas AKP Marji.

Truknya tertangkap, sopirnya menghilang. Hampir 30 kilogram sabu diamankan, namun aktor utama belum tersentuh.

Pertanyaan publik pun bergeser, bukan soal barang, melainkan dalang di balik distribusi.

Dan pertanyaan paling telanjang, berapa banyak pengiriman yang sudah lolos di jalur darat Jawa Timur sebelum kasus ini terbuka? (Ardiansyah)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *