Example floating
Example floating
BeritaOlahraga

Menantang Status Quo, Klub-klub Bolavoli Batuan Serukan Sejarah Baru Pemilihan Terbuka PBVSI Sumenep

151
×

Menantang Status Quo, Klub-klub Bolavoli Batuan Serukan Sejarah Baru Pemilihan Terbuka PBVSI Sumenep

Sebarkan artikel ini
Menantang Status Quo, Klub-klub Bolavoli Batuan Serukan Sejarah Baru Pemilihan Terbuka PBVSI Sumenep
Dok. Paguyuban Bolavoli Kecamatan Batuan. //SuaraFaktual.id

SUMENEP || SF – Klub-klub bolavoli yang tergabung dalam Paguyuban Bolavoli Kecamatan Batuan tampil sebagai pihak paling berani dalam menyuarakan reformasi menyeluruh di tubuh Persatuan Bolavoli Seluruh Indonesia (PBVSI) Kabupaten Sumenep.

Melalui rapat paguyuban yang digelar pada 18 Desember 2025, mereka secara terbuka menantang PBVSI dan panitia pemilihan untuk menciptakan sejarah baru: pemilihan Ketua PBVSI yang terbuka, demokratis, dan melibatkan seluruh klub bolavoli se-Kabupaten Sumenep.

Sikap ini dinilai sebagai langkah progresif dan belum pernah terjadi sebelumnya dalam dinamika organisasi olahraga di Sumenep.

Klub-klub bolavoli di Batuan secara tegas menolak pola lama pemilihan yang dianggap tertutup dan elitis, yang selama ini hanya melibatkan klub-klub tertentu serta mengabaikan suara mayoritas pembina dan atlet di tingkat akar rumput.

Perwakilan Paguyuban Bolavoli Kecamatan Batuan menegaskan bahwa tuntutan pelibatan seluruh klub bukan sekadar soal prosedur teknis, melainkan menyangkut masa depan dan legitimasi PBVSI itu sendiri.

“PBVSI tidak boleh lagi dikelola secara eksklusif. Klub adalah tulang punggung pembinaan atlet. Jika klub tidak dilibatkan, maka PBVSI akan kehilangan legitimasi moral dan organisatoris,” ujar perwakilan paguyuban.

Menurut Paguyuban Batuan, selama bertahun-tahun klub-klub bolavoli di Sumenep jarang, bahkan nyaris tidak pernah, dilibatkan dalam pengambilan keputusan strategis organisasi.

Kondisi ini melahirkan jarak antara PBVSI dengan klub, memicu kekecewaan atlet, serta menumbuhkan persepsi negatif terhadap tata kelola organisasi olahraga tersebut.

Karena itu, Paguyuban Batuan secara kolektif menyerukan agar pemilihan Ketua PBVSI Sumenep dilakukan melalui mekanisme pemilihan langsung oleh seluruh klub, tanpa sistem perwakilan.

Mereka menilai, hanya dengan cara itu PBVSI dapat membangun kembali kepercayaan publik olahraga dan melahirkan kepengurusan yang memiliki legitimasi penuh.

Lebih jauh, sikap Paguyuban Batuan ini tidak hanya dimaknai sebagai kritik, tetapi juga sebagai undangan terbuka kepada seluruh klub bolavoli di Sumenep untuk bersama-sama mendorong reformasi organisasi.

“Ini momentum sejarah. Jika PBVSI dan panitia berani membuka ruang partisipasi seluas-luasnya, maka PBVSI Sumenep akan menjadi contoh nasional tentang bagaimana organisasi olahraga direformasi dari bawah,” tegas salah satu perwakilan klub.

Paguyuban Batuan juga menuntut agar kepengurusan PBVSI ke depan mengakomodasi perwakilan seluruh paguyuban dalam struktur organisasi dan proses pengambilan keputusan, termasuk dalam penyusunan regulasi yang selama ini kerap dikeluhkan oleh atlet dan klub.

Langkah berani klub-klub bolavoli Kecamatan Batuan ini menandai babak baru dalam sejarah olahraga di Sumenep. Apakah PBVSI dan panitia pemilihan akan menjawab tantangan ini dan mencatatkan sejarah baru pemilihan yang terbuka dan demokratis, atau justru bertahan pada pola lama, kini menjadi sorotan publik olahraga, tidak hanya di tingkat daerah, tetapi juga nasional. (Asmuni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *