SUMENEP || SF – Ketua DPC GMNI Sumenep menyampaikan kekecewaan mendalam atas gagalnya acara panen raya jagung di Kecamatan Ganding.
Agenda yang semestinya menjadi simbol keberhasilan kerja keras petani dan dukungan terhadap program swasembada pangan jagung justru batal dilaksanakan akibat ketidakhadiran aparat kepolisian, khususnya Kapolres Sumenep.
Polri Sebagai institusi yang dipercaya Presiden untuk mengawal program swasembada pangan, ketidakhadiran Kapolres Sumenep dinilai mencederai semangat petani.
Pembatalan dilakukan secara sepihak dengan alasan jarak antara sawah lokasi panen dan jalan utama dianggap terlalu jauh.
Alasan tersebut dianggap tidak sebanding dengan pentingnya acara yang telah dipersiapkan oleh masyarakat, Gapoktan, serta Korluh Pertanian di Kecamatan Ganding.
“Panen raya bukan sekadar seremoni, melainkan wujud nyata kerja keras petani dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Ketika aparat yang seharusnya hadir justru membatalkan secara sepihak, maka jelas kepercayaan masyarakat terhadap komitmen pengawalan swasembada pangan dipertanyakan,” ujarnya perwakilan DPC GMNI Sumenep.
Gapoktan dan Korluh Pertanian Kecamatan Ganding menyatakan rasa kecewa atas kejadian tersebut.
Mereka menilai bahwa pembatalan tersebut telah meruntuhkan semangat kolektif petani yang selama ini berjuang untuk meningkatkan produksi jagung demimendukung program nasional.
“Kami sebagai petani awalnya menyambut bahagia kapolres mau melaksanakan acara panen raya bersama gapoktan kec ganding namun seperti disambar petir disiang bolong kami dikabari dari pihak kapolres gagal melaksanakan panen raya di kec ganding dengan alasan akses ke sawah cukup jauh padahal tidak jauh, padahal kami seluruh petani iuran untuk mempersiapkan segala keperluan untuk acara panen raya itu, kami petani sangat kecewa lebih baik dikabari lebih awal kalau memang acara ini dibatalkan,” terangnya.
DPC GMNI Sumenep menegaskan bahwa kejadian itu harus menjadi evaluasi serius bagi aparat penegak hukum agar lebih menghargai kerja keras petani dan tidak lagi mengabaikan agenda strategis yang menyangkut kepentingan rakyat.
GMNI Sumenep akan terus mengawal isu ini sebagai bagian dari komitmen perjuangan terhadap agraria dan swasembada pangan. (Asmuni)













