Example floating
Example floating
BeritaOpini

Tangis Pecah di Surabaya, Kisah Duka yang Melahirkan Bani Insan Peduli

86
×

Tangis Pecah di Surabaya, Kisah Duka yang Melahirkan Bani Insan Peduli

Sebarkan artikel ini
Tangis Pecah di Surabaya, Kisah Duka yang Melahirkan Bani Insan Peduli
Dok. Ali Zainal Abidin bersama istri di Anniversary ke-1 Bani Insan Peduli (BIP). //SuaraFaktual.id

SURABAYA || SF – Momen haru yang disertai tangis para hadirin mewarnai peringatan Anniversary ke-1 Bani Insan Peduli (BIP) yang digelar di Hotel Bumi Surabaya, Minggu (7/12/2025).

Ratusan pasang mata menyaksikan kembali rekam jejak perjuangan para relawan yang selama setahun terakhir turun ke lapangan, menembus panas dan hujan demi menjangkau mereka yang berhak dibantu.

Pidato sang inisiator, Ali Zainal Abidin, menjadi titik paling emosional dalam acara tersebut.

Dengan suara terbata, Ali mengenang bagaimana BIP lahir dari duka mendalam atas wafatnya sang ibunda tercinta, Ainun Bani, pada 23 Desember 2024.

Sejak momen itu, suasana ruangan mendadak sunyi, para tamu larut dalam keheningan, seolah ikut merasakan kembali kehilangan yang melahirkan sebuah gerakan kemanusiaan besar itu.

Ali, yang dikenal sebagai sosok dermawan, menegaskan kembali komitmennya. Selama setahun, ia mengalokasikan seluruh keuntungan usahanya—100 persen—untuk kegiatan sosial, hingga menjangkau puluhan ribu penerima manfaat.

Mengutip sabda Nabi ﷺ:

“Allah akan selalu menolong hamba-Nya selama hamba itu menolong saudaranya,” ungkapnya, Ali Zainal Abidin.

Ali menyampaikan bahwa sedekah tidak akan mengurangi harta, melainkan justru dilipatgandakan dengan cara yang tidak terduga.

Dalam paparannya, ia menegaskan bahwa selain fokus pada sedekah, BIP juga memperkuat kemandirian melalui unit-unit usaha.

Dua minggu terakhir, BIP meresmikan toko emas ‘88 Gold’ di Pamekasan, di mana seluruh keuntungan dialokasikan untuk operasional sosial dan perluasan jangkauan kemanusiaan.

Terhadap isu-isu publik yang kerap mengaitkan gerakan filantropi dengan agenda politik, Ali menegaskan secara lugas:

“BIP tidak memiliki kepentingan politik apa pun. Kami tidak berniat menjadi dewan, Bupati, atau Wali Kota. Tujuan kami hanya mengajak sebanyak mungkin orang untuk ikut dalam gerakan kebaikan,” jelasnya.

Menutup sambutannya, Ali memanjatkan doa bagi para tamu agar diberi kesehatan, kelapangan rezeki, serta hati yang ringan dalam berbagi.

Rangkaian Anniversary ke-1 BIP berlangsung pada 6–7 Desember 2025, meliputi berbagai kegiatan positif seperti Gowes BIP, Jalan-Jalan Sehat (JJS), ramah tamah, dan agenda berbagi.

Semua rangkaian itu menegaskan bahwa perayaan tahun pertama ini bukan sekadar seremoni, melainkan peneguhan kembali komitmen untuk terus menebar manfaat bagi sesama. (Asmuni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *