Example floating
Example floating
BeritaPeristiwa

Tanah Sudah Dihibahkan, Harapan Jadi Kekecewaan: SDN Pajanangger V Masih Diabaikan

87
×

Tanah Sudah Dihibahkan, Harapan Jadi Kekecewaan: SDN Pajanangger V Masih Diabaikan

Sebarkan artikel ini
Tanah Sudah Dihibahkan, Harapan Jadi Kekecewaan: SDN Pajanangger V Masih Diabaikan
Dok. Sekolah Dasar (SD) Pajanangger V Kian Memprihatinkan. //SuaraFaktual.id

SUMENEP || SF – Sanawi, Warga Desa Pajanangger, Kecamatan Arjasa, Kepulauan Kangean, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur telah menunjukkan kepedulian luar biasa terhadap masa depan pendidikan anak-anak mereka.

Tanah untuk pembangunan SDN Pajanangger V sudah dihibahkan sejak lamatanpa syarat, tanpa pamrih, semata-mata demi menghadirkan sekolah yang layak bagi 80-an siswa yang selama ini harus belajar di bangunan tua yang retak, rapuh, dan mengancam keselamatan.

Namun ironisnya, hingga hari ini, Disdik Sumenep diduga tak menunjukkan iktikad baik sedikit pun.

Tanah hibah itu bahkan belum pernah disentuh, belum pernah diukur, dan apalagi dibangun.

Seolah-olah jeritan masyarakat kepulauan tak pernah didengar, tak dianggap penting, dan tidak masuk dalam daftar prioritas pembangunan.

Padahal kondisi SDN Pajanangger V sudah lama mengkhawatirkan. Banyak bagian bangunan retak, rapuh, dan rawan ambruk.

Bahkan beberapa waktu lalu, bagian bangunan dilaporkan runtuh di tengah malam menjadi bukti nyata betapa gentingnya situasi pendidikan di kepulauan.

Sementara itu, harapan masyarakat terhadap keberadaan tanah hibah tersebut kian tipis.

Mereka bertanya-tanya, apa lagi yang harus mereka berikan agar pemerintah bergerak? Tanah sudah disiapkan, lokasi strategis, semangat warga luar biasa. Tetapi perhatian dari Disdik Sumenep justru seolah tak pernah datang.

Warga Pajanangger kini semakin kecewa. Mereka merasa dipinggirkan, dianaktirikan, dan diabaikan oleh pemerintah daerah yang seharusnya menjamin pemerataan pendidikan.

Ketidakseriusan Disdik Sumenep dalam menindaklanjuti hibah tanah ini mencerminkan betapa jauhnya kepedulian terhadap pendidikan anak-anak di kepulauan.

“Sunyi. Diam. Seolah-olah hibah tanah itu tidak pernah ada. Diukur pun belum. Disentuh pun tidak. Dibangun? Jangan mimpi,” Ujar, salah satu warga Desa Pajanangger (20/11/25).

Sementara itu, Kepala Sekolah (Kepsek) SDN Pajanangger V, Jekta, memilih irit bicara ketika dimintai tanggapan terkait persoalan tersebut.

Ia hanya memberikan jawaban singkat, terkesan hati-hati, seolah menahan banyak hal yang sebenarnya ingin ia sampaikan.

“Iya mas kami sudah ajukan masalah hal itu ke pihak dinas, katanya masih menunggu mas,” ucap Jekta, saat dikonfirmasi SuaraFaktual.id.

Ketika ditanyakan sudah sejauh mana langkah disdik untuk hal tersebut?

Wanita asal Kabupaten Blitar itu memilih diam, semakin menguatkan dugaan bahwa persoalan ini bukan sekadar soal hibah tanah atau pembangunan yang tak kunjung dimulai tetapi ada sesuatu yang lebih rumit, lebih sensitif, dan mungkin selama ini sengaja ditutup-tutupi.

Di Kepulauan Kangean, masyarakat sudah terbiasa menjadi korban ketimpangan pembangunan. Tapi terkait SDN Pajanangger V ini, kekecewaan mereka memuncak.

Masyarakat kini menunggu apa langkah-langkah dinas pendidikan. (Asmuni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *