Example floating
Example floating
BeritaPeristiwa

Anggaran Seragam Miliaran Lebih Jadi Bancakan, DPKS Janji Panggil Kabid SD Disdik Sumenep

84
×

Anggaran Seragam Miliaran Lebih Jadi Bancakan, DPKS Janji Panggil Kabid SD Disdik Sumenep

Sebarkan artikel ini
Anggaran Seragam Miliaran Lebih Jadi Bancakan, DPKS Janji Panggil Kabid SD Disdik Sumenep
Dok. Rapat Internal, Pengurus Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS). //SuaraFaktual.id

SUMENEP || SF – Aroma busuk adanya dugaan permainan proyek kembali mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Sumenep. Kali ini sorotan tajam mengarah ke Dinas Pendidikan (Disdik) Sumenep.

Proyek pengadaan seragam sekolah dasar (SD) dan madrasah ibtidaiyah (MI) tahun anggaran 2025 senilai lebih dari Rp 3 miliar kini berubah menjadi polemik panas yang menimbulkan gelombang kritik dari berbagai kalangan.

Sebelumnya, terdengar isu pengadaan seragam tersebut dibekukan sementara oleh Banggar DPRD Sumenep.

“Untuk sementara proyek tersebut dibekukan” ujar Akhmadi Yazid, Anggota Komisi III DPRD Sumenep.

Langkah pembekuan tersebut lantaran diduga proyek pengadaan seragam itu disebut-sebut sarat dengan aroma kepentingan dan permainan pihak tertentu, mulai dari proses perencanaan hingga pelaksanaan tender.

Sejumlah sumber internal menilai, kegiatan tersebut tidak sepenuhnya transparan dan berpotensi menjadi lahan proyek terselubung bagi oknum di lingkup dinas.

Menanggapi isu tersebut, Dewan Pendidikan Kabupaten Sumenep (DPKS) menyatakan akan turun tangan.

Lembaga ini berjanji akan memanggil Kepala Bidang SD Disdik Sumenep, Ardiansyah, untuk dimintai klarifikasi resmi terkait mekanisme dan transparansi penggunaan anggaran tersebut.

“Kami sudah mendengar adanya keganjilan dalam proyek seragam ini. DPKS tidak akan tinggal diam. Kami akan memanggil Kabid SD Senin untuk dimintai penjelasan secara terbuka,” tegas, Ahmad Nawawi, salah satu anggota DPKS, Rabu (12/11/2025).

DPKS menegaskan, langkah pemanggilan ini merupakan bentuk komitmen untuk memastikan anggaran publik benar-benar digunakan sesuai tujuan dan tidak disalahgunakan.

Mereka juga mengingatkan agar Disdik tidak menjadikan program pendidikan sebagai ajang mencari keuntungan pribadi.

Sementara hingga berita ini diturunkan, pihak Disdik Sumenep belum memberikan keterangan resmi terkait tudingan adanya permainan proyek dalam pengadaan seragam sekolah tersebut.

Masyarakat kini menanti langkah tegas dari DPKS dan aparat pengawas agar dugaan skandal Rp3,5 miliar itu bisa diusut tuntas dan tidak berujung menjadi polemik tanpa kejelasan. (Asmuni)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *